Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Mengenal Sistem proteksi pasif dan aktif: definisi & jenis

 

sistem proteksi aktif dan sistem proteksi pasif



Sistem proteksi aktif merupakan perangkat pemadaman kebakaran yang digunakan/difungsikan baik dengan manual maupun otomatis untuk mencegah atupun memadamkan kebakaran. Sedangkan sistem  proteksi pasif merupakan sarana sistem atau rancang bangunan yang tahan api/kebakaran yang menjadi bagian dari sistem sehingga tidak perlu digerakan secara aktif.

Sistem proteksi pasif dan aktif merupakan komponen penting dalam perencanaan pencegahan dan penanggulangan kebakaran karena kebakaran tidak bisa kita prediksi atau ketahui secara pasti, oleh karena itu peralatan ini harus tersedia bukan hanya untuk keadaan kebakaran saja lo! peralatan ini juga bisa digunakan untuk keadaan darurat lainnya seperti terjadi gempa saat kita dalam suatu bangunan dalam pekerjaan maupun hotel dan lainnya.


sistem proteksi pasif dan sistem proteksi aktif

Sistem proteksi pasif merupakan usaha atau upaya perlindungan keselamatan pada para pekerja ataupun manusia yang berada didaerah tersebut, sistem pasif ini berupa sarana dan pra sarana sistem atau rancangan bangunan yang menjadi bagian dari sistem sehingga tidak perlu digerakan secara aktif.

Sistem ini berfokus pada pencegahan dan evakuasi Ketika terjadi suatu kebakaran, agar Ketika keadaan darurat terjadi seluruh manusia ataupun instrumen yang ada diarea tersebut dapat diselamatkan atau tidak mengalami kerguian besar.

Berikut jenis sarana pasif yang dirancang untuk kebakaran :

1. Penghalang (barrier)

Merupakan struktur bangunan yang berfungsi untuk menghalangi atau penghambat penjalaran api dari bangunan satu ke bangunan yang lain serta bagian lain. Penghalang ini dapat berupa tembok atau partisi dengan material tahan api.

2. Jarak aman

Mengatur jarak aman antar bangunan sangat membantu sebagai uapya untuk menghindari penjalaran api. Bangunan yang berdempetan bisa memperbesar terkena rembetan kebakaran dari bangunan sebelahnya.

Amat krusial dalam suatu  fasilitas harus memiliki standar jarak yang aman guna mengurangi efek penjalaran kebakaran ke fasilitas atau bangunan lain yang berada disampingnya, apalagi fasilitas yang berada didaerah/industri yang memiliki bahaya kebakaran yang tinggi. Seperti industri kimia, industry pembangkit listrik dan industri migas

3. Pelindung tahan api

Pelindung tahan api berguna untuk mengurangi kebakaran dan penyebaran api untuk peralatan dan sarana/ fasilitas tertentu. Contohnya tiang pondasi peralatan didalam pabrik kimia diberikan proteksi bahan tanah panas (fire profting) yang bisa menahan kebakaran setidaknya setengah jam.

Bahan dari suatau bangunan juga menentukan ketahanan terhadap kebakaan. Maka dari itu mutu bahan bangunan juga harus diperhatikan, berikut klasifikasi mutu bahan bangunan :

  • Bahan bangunan mutu I
Batu bata, beton, batako, asbes, alumunium, kaca, besi baja, adukan semen, gypsum, ubin keramik, ubin semen, ubin marmer, seng, panel kalsium, silikat genteng keramik dan glasswool.

  • Bahan bangunan mutu II

Papan woodwool, serat kaca, papan pulp semen, plaster board, pelat baja lapis PVC

  • Bahan bangunan mutu III

Kayu lapis yang dilindungi, papan yang mengandung glassfiber, papa partikel, papan wood.

  • Bahan bangunan mutu IV

Papan, polyvinyl dengan tulangan

  • Bahan bangunan mutu V

Bambo, rumpia, anyaman bambu, atap aspal berlapis mineral, kayu kamper, meranti, kayu berlapis 14 mm dan 17 mm, soft board dan hard board.

Selain untuk melingungi peralatan dan fasilitas yang ada di suatu area pekerjaan, sistem ini juga dirancang untuk membuat fasilitas emergency sebagai sarana penyelamatan bagi para pekerja saat terjadi kebakaran. Contohnya seperti tangga keluar darurat (stair enclosure), dinding tahan api (fire wall), pintu tahan api.

Untuk pintu darurat terdapat tiga jenis yaitu :

  • Pintu darurat yang mengarah langsung menuju ketempat terbuka
  • Pintu darurat yang melewati ke koridor atau gang
  • Pintu darurat yang melalui terowongan ataupun tangga kedap asap atau api.


Berikut jenis sarana aktif yang dirancang untuk kebakaran :

Sistem proteksi aktif merupakan metode pemadaman api dengan peralatan pemadaman maupun pencengahan kebakaran secara aktif, peralatan ini harus dioperasikan dan di periksa atau inspeksi secara rutin setiap 6 bulan sekali ataupun setahun sekali.

Berikut alat yang termasuk kedalam sistem proteksi kebakaran aktif :

1. Deteksi/detector kebakaran

Dalam deteksi kebakaran dibagi menjadi 4 macam, yaitu :

  • Detector panas (heat), alat ini berfungsi untuk mendeteksi adanya kenaikan suhu pada suatu ruangan atau tempat akibat adanya api atau kebakaran. Berdasarkan cara kerjanya detector panas dibagi menjadi dua macam, yaiut :

          - Detector dengan suhu tetap (fixed temperatureheat detector )

          - Detector panas berdasarkan laju kenaikan suhu  (rate of rise heat detector)


  • Detector asap (smoke), alat ini berfungsi untuk mendeteksi asap yang dihasilkan oleh kebakaran tahap awal. Alat ini menggunakan baterai jadi penggantian baterai harus dilakukan dua kali dalam setahun atau lebih sering tergantung dari pengunaan.

          Ada dua tipe detector asap yaitu :

         - Detector asap photoelektrik

         - Detector asap ionisasi


  • Detector nyala api (flame), alat ini berfungsi untuk mendeteksi sinar radiasi yang terpancar dari nyala api.

          3 tipe detector api yaitu :

          - Mendeteksi cahaya dalam spektrum gelombang ultraviolet (UV detector)

          - Mendeteksi cahaya dalam gelombang infrared (IP detector)

          - Mendeteksi foto electris


  • Detector gas (gas fire detector), alat ini akan mendeteksi gas yang dihasilkan dari bahan yang terbakar, alat ini akan mengaktifkan alarm kebakaran lebih awal dari detector pamnas tetapi lebih lambat dari detector asap. Contoh senyawa atau gas yang dapat dideteksi : uap air (H2O), karbondioksida (CO2), karbonmonoksida (CO).

2. APAR

APAR salah satu dari sistem aktif yang berfungsi untuk memadamkan kebakaran diawal mula terjadinya kebakaran agar kebakaran tidak berkembang menjadi lebih besar, apar ini digunKn secara manual dan dirancang untuk dioperasikan oleh satu orang saja. APAR ada berapa jenis media pemadaman tergantung dari jenis kebakarannya, Berikut beberapa klasifikasi APAR :

  1. Alat pemadam media jenis air, efektif untuk kebakaran kelas A
  2. Alat pemadam api ringan media jenis tepung kering kimia, efektif untuk kebakaakaran kelas A, B, C, D
  3. Alat pemadam api ringan jenis media foam, efektif untuk kebakaran kelas A dan B
  4. Alat pemadam api ringan jenis media CO2, efektif untuk kebakaran kelas B, C, D

3. Hydrant

Merupakan alat yang digunakan sebagai penyalur air untuk unit pemadam kebakaan dengan mengalirkan air ke lokasi kebakaran melalui sistem pipa, juga bisa dijadikan air tambahan untuk unit pemadaman

4. Alarm

Merupakan alat yang digunakan sebagai pemberi peringatan dini tentang kebakaran agar semua pihak bisa ditangani dengan cepat dan melakukan evakuasi pekerja disuatu Gedung atau tempat, alat ini bisa digunakan secara manual dan otomatis.

5. Sprinkler

Merupakan alat yang berfungsi untuk memadamkan api diawal sebelum kebakaran membesar secara otomatis.


Jadi, sistem proteksi pasif merupakan sistem yang dirancang berfokus untuk melindungi serta mencegah  akibat kebakaran baik dari material amupun korban jiwa dengan memperhatikan rancang bangun yang tahan api agar ketika terjadi kebakaran bangunan tidak terbakar terlalu banyak penyediaan pintu tahan api dan pintu darurat sebagai upaya evakuasi bagi para pekerja, sedangkan sistem proteksi aktif berfokus pada pencegahan kebakaran dan penanganan Ketika terjadi kebakaran, agar kebakaran tidak membesar dan dapat diatasi secara cepat, efisien dan tidak menimbulkan kerugian besar.


Posting Komentar untuk "Mengenal Sistem proteksi pasif dan aktif: definisi & jenis"