Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Belajar tentang HAZOP (Hazards and operability Study)

 

HAZOP Hazards and Operability Study


HAZOP merupakan kaidah untuk mengetahui bahaya. (Hazards and operability Study) merupakan desain yang terorganisasi serta terkonsolidasi buat menganalisis probabilitas yang bisa membuahkan kemudaratan dari suatu sistem atau proses operasional yang bisa menimbulkan risiko yang merugikan.

HAZOPS dipakai menjadi cara serta penilaian bahaya dari proyek atau kegiatan yang sudah diterapkan ataupun sedang berlangsung. Metode ini juga termasuk kedalam penerapan K3 sebagai upaya pengkajian beserta untuk mengetahui persoalan serta risiko yang berkaitan dengan bahaya pada lokasi kerja, baik terhadap orang, peralatan maupun metode yang sudah tersedia.

Hazards and Operability Study membuat uji mendalam adapun dikerjakan oleh panel ahli terdiri atas 6-9 anggota tergabung ke tim penelitian beserta latar belakang keilmuan beragam seperti: Spesialis Proses, Mekanikal, Elektrikal, Kesehatan & Keselamatan. Memiliki sudut pandang yang berbeda untuk berharap evaluasi bisa mencakup semua aspek setelah selesai serta pasti aman untuk diimplementasikan


Langkah-langkah dalam study HAZOP: 

Langkah pertama dalam studi Hazop adalah mengetahui target penelitian. Tujuan akan tergantung pada tujuan spesifik dari proyek atau organisasi. Setelah tujuan diidentifikasi, tim akan mengembangkan daftar potensi bahaya dan problem pengoperasian yang dapat berdampak pada pencapaian tujuan.

Tim kemudian akan mengurutkan bahaya yang teridentifikasi dan masalah operabilitas sesuai dengan potensi keparahan dan kemungkinan terjadinya. Masalah yang paling parah dan probabilitas tinggi akan diprioritaskan untuk analisis lebih lanjut.

Langkah selanjutnya adalah melakukan analisis terperinci dari bahaya yang dipilih juga masalah pengoperasian. Analisis akan mencakup evaluasi konsekuensi potensial dan kemungkinan terjadinya. Tim juga bakal mengembangkan imbauan untuk mereduksi atau meniadakan bahaya yang terdeteksi serta masalah pengoperasian.

Langkah terakhir dalam studi Hazop yaitu mengembangkan laporan yang mendokumentasikan temuan studi. Laporan tersebut akan mencakup ringkasan tujuan studi, daftar bahaya yang teridentifikasi serta masalah pengoperasian, hasil analisis terperinci serta saran untuk menekan atau menghilangkan bahaya yang teridentifikasi dan masalah operasi.


Berikut sebutan kata kunci (key words) yang diimpelentasikan agar mempermudah penerapan Hazop diantaranya:

  1. Titik Node (study node) Titik studi berfungsi untuk membantu dalam menguraikan serta mempelajari suatu bagian proses.
  2. Guide word, yakni kata yang berfungsi sebagai tanda adanya ketidaksesuaian dari desain atau proses. Contohnya (No) artinya tidak ada tujuan dari rancangan yang tergapai.
  3. Penyimpangan (Deviation) ialah potensi resiko yang tersedia
  4. Penyebab (cause) ialah kemungkinan besar akan mengakibatkan penyimpangan.
  5. Akibat/konsekuensi (Consequence) ialah suatu dampak dari penyimpangan suatu persitiwa yang lazimnya diartikan sebagai kerugian dari suatu peristiwa atau resiko.
  6. Tindakan pengamanan (Safeguards) merupakan usaha perlingungan serta perangkat pencegahan terhadap konsekuensi kerugian juga pemberi laporan kepada operator tentang penyimpangan yang ada.
  7. Tindakan (action) Langkah yang dimabil Andaikan suatu penyebab kemungkinan akan mengakibatkan dampak negatif, maka harus diputuskan aktivitas-aktivitas apa saja perlu dilakukan. Yang petama selalu dibuat untuk mengeliminasi penyebabnya
  8. Severity, ialah ambang keparahan yang diperhitungkan dapat terjadi.
  9. Kemungkinan (Likelihood), ialah kemungkinan terjadinya dampak dengan sistem pengaman yang ada.
  10. Risiko (risk) merupakan kombinasi dari likelihood dan severity.


Metodologi HAZOP

  1. Pendefinisian, merupakan tahapan awal untuk menentukan cakupan dan ruang lingkup pengambilan data, pendefinisian tanggung jawab dan penetapan tim untuk identifikasi dan penilaian.
  2. Persiapan (preparation), mempelajari studi terkait mengenai identifikasi risiko, pengumpulan data, persetujuan jenis perekaman data, perkiraan waktu serta pembuatan jadwal.
  3. Penyelidikan (Examination),kegiatannya antara lain : memisah sistem menjadi beberapa bagian, mengidentifikasi penyimpangan, mengidentifikasi masalah yang mungkin terjadi, mengidentifikasi mekanisme proteksi dan indikator, mengidentifikasi pencegahan permasalahan yang memungkinkan.

Tindakan-tindakan dalam mengidentifikasi ancaman dengan memakai program HAZOP antara lain:

1. Mengetahui urutan proses yang ada pada area penelitian.

2. Mengidentifikasi hazard yang dijumpai pada daerah penelitian.

3. Melengkapi standard yang ada pada HAZOP

4. worksheet dengan rangkaian sebagai berikut:

  • Mengkelompokan bahaya yang dijumpai (sumber hazard dan frekuensi temuan hazard).
  • Menggambarkan deviation atau penyimpangan yang terjadi saat proses operasi.
  • Menggambarkan sebab terjadinya penyimpangan (causes)
  • Menjelaskan apa yang bisa dimunculkan dari penyimpangan tersebut (consequences).
  • Menetapkan action atau tindakan temporer yang bisa dilaksanakan.
  • Menilai risiko (risk assessment) yang muncul dengan mengartikan barometer likelihood dan consequences (severity). Barometer likelihood yang dipakai ialah frekuensi dimana dalam perhitunganya secara kuantitatif berdasarkan statistik maupun catatan perusahaan selama kurun waktu tertentu. Barometer consequences (severity) yang dipakai ialah dampak yang kemungkinan diterima pekerja yang diartikan secara kualitatif dan memperhitungkan hari kerja yang hilang.
  • Melakukan perangkingan dari bahaya yang sudah dicatat menggunakan worksheet dengan memperhitungkan likelihood dan consequence, lalu memakai risk matrix untuk mengetahui hazard yang harus diberi prioritas untuk diperbaiki.


Tahapan pelaksanaanya meliputi :

1. mulai dengan perkenalan

2. meminta proses engineer menyampaikan rangkaian proses

3. membagi P&ID menjadi segen/node

4. menuangkan dalam formular serta perkiraan jumlah hari yang dibutuhkan

5. memulai dengan parameter dan penggunaan formlir HAZOP

6. meresume seluruh rekomendasi yang dihasilkan dengan rangking bahaya

7. membuat laporan





Kelebihan & kekurangan metode ini :

1. Kelebihan

  • Inspeksi dilaksanakan secara terstruktur juga menyeluruh
  • Kemungkinan untuk menilai konsekuensi dari kegagalan personel, kesalahan dari personel akan memiliki konsekuensi yang tidak kecil.
  • Menjumpai keadaan berbahaya baru
  • Peningkatan efisiensi peralatan operasi, bukan hanya fokus pada aspek safety
  • Mendapatkan pemahaman yang lebih baik bagi tim mengenai pengoperasian peralatan yang dinilai dapat menambah pemahaman tentang proses.

2. Kelemahan

  • Memerlukan waktu yang lama
  • Amat bergantung pada komitmen dan keterampilan baik dari manajemen maupun tim, apabila tidak maka proses ini menciptakan hasil yang tidak maksimal.
  • Terlalu focus ke solusi



HAZOP worksheet

Lembar kerja HAZOP merupakan lembaran laporan yang berfungsi bagi setiap bisnis maupun organisasi yang bergantung pada proses atau sistem untuk beroperasi. Dengan mengetahui potensi bahaya, bisnis dapat mengambil langkah untuk mereduksi atau menghilangkan bahaya tersebut. Hal ini dapat menghasilkan operasi yang lebih aman juga mengurangi kerguian akibat kecelakaan kerja.

Worksheet / lembar kerja ini yang bisa dipakai untuk mengetahui potensi bahaya dalam suatu proses atau sistem. Dapat difungsikan untuk mengetahui bahaya fisik dan kimia, serta bahaya yang berhubungan dengan kesalahan manusia. Worksheet ini biasanya berupa table sebagai tempat mencatat hasil penelitian ataupun diskusi, meliputi :

  1. Ref-no : urutan nomor dari hasil analisa
  2. Guide-word : merupakan kata singkat untuk dapat membayangkan deviasi dari tujuan proses (process intent)
  3. Deviation : Keadaan di mana kondisi proses berbeda dari tujuan proses atau desain. yang menyebabkan kesalahan/penyimpangan
  4. Possible causes : Alasan kenapa deviasi dapat terjadi. Beberapa kasus dapat diketahui dari 1 penyimpangan. Para ahli menyarankanuntuk dapat mulai dari penyebab yang menghasilkan kemungkinan dampak terburuk
  5. Consequences : Hasil dari deviasi jika terjadi. Konsekuensi dapat terjadi dari bahaya proses dan masalah operabilitas.
  6. Safeguards : sarana, instrument, perangkat yang dapat mereduksi frekuensi dari deviasi atau memitigasi konsekuensi
  7. Actions required: Tindakan selaku usaha untuk mereduksi risiko
  8. Action allocated to : Pihak yang berwenang melaksanakan kegiatan


Berikut contoh gambar sederhana worksheet


hazop worksheet


Manfaat dari penggunaan work sheet HAZOP :

Manfaat menggunakan lembar kerja HAZOP adalah dapat mendukung bisnis untuk mengetahui bahaya yang mungkin terlewatkan. Ini sangat penting dalam mekanisme atau sistem yang kompleks. Dengan mengenal potensi bahaya, bisnis dapat mengambil langkah untuk mengatasinya sebelum mengakibatkan kecelakaan atau cedera.

Manfaat lain menggunakan lembar kerja ini adalah dapat membantu bisnis untuk memprioritaskan bahaya. Tidak semua bahaya diciptakan sama, dan beberapa mungkin lebih cenderung mengakibatkan kecelakaan atau cedera daripada yang lain. Dengan mengetahui area yang paling berpotensi bahaya dari suatu sistem, bisnis bisa memfokuskan upaya mereka untuk mereduksi bahaya tersebut.

Terakhir, penggunaan lembar kerja ini dapat mendukung bisnis melacak kemajuan mereka dalam mengatasi potensi bahaya. Dengan meninjau lembar kerja secara berkala, bisnis dapat memastikan bahwa mereka membuat kemajuan dalam mereduksi bahkan menghilangkan potensi bahaya. Ini dapat membantu memastikan daerah kerja yang aman dan meminimalkan risiko cidera dan kecelakaan kerja.


Posting Komentar untuk "Belajar tentang HAZOP (Hazards and operability Study)"