Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Sistem Sprinkler

Sprinkler


Springkler- Menurut SNI 03-3989-2000 (BSN, 2000b), program springkler merupakan sistem pemadam kebakaran yang dipasang secara permanen di dalam suatu bangunan dan dapat beroperasi secara otomatis dengan menyemprot air di tempat awal terjadinya kebakaran.

Sistem pemadaman api otomatis jenis ini paling efektif dan handal saat ini. Semua ruangan pada gedung atau bangunan perlu diproteksi dengan sistem otomatis ini, kecuali ruangan tertentu seperti, ruangan tahan api, ruangan panel listrik, kamar mandi serta ruangan lainnya yang tahan api.

Sistem springkler bekerja apabila sambungan solder penahan orifice lebur/meleleh ataupun kepala springlker (gass bulb) pecah akibat panas yang disebabkan oleh kebakaran, sehingga air memancar keluar dari lubang/kepala springkler.

Sistem springkler bisa dikelompokan menjadi empat kelompok umum, yaitu :

1. Sistem pipa basah, merupakan sistem jaringan pipa yang bermuatan air bertekanan dengan tekanan tertentu dan tekanan air dikendalikan oleh pompa joki (jockey pump), jika terjadi kebakaran maka alat ini akan meleleh dan terbuka kemudian air akan keluar dari  perangkat ini, dengan kata lain alat ini hanya akan bekerja diarea yang terbakar saja.

Kepala alat ini dilengkapi dengan gelas kaca yang berisi cairan yang akan pecah dan memuai pada suhu tertentu.

Warna cairan disesuaikan dengan tingkat suhu, seperti berikut :

  • Jingga      (530 C)
  • Merah    (680 C)
  • Kuning    (790 C)
  • Hijau        (930 C)
  • Biru          (1410 C)
  • Ungu        (1820 C)
  • Hitam      (201-2600 C)


2.  Sistem pipa kering, dimana jalur pipa pemadam tidak berisi air/kering. Air dapat mengalir keluar katup pengalir yang terpasang di pipa induk atau pipa jaringannya dibuka. Dengan demikian apabila terjadi kebakaran maka seluru alat ini akan menyembur dalam pipa yang satu jaringan.

Sistem ini dapat digerakan dengan mneggunakan pengendali otomatis yang akan membuka katup dengan segera melalui sinyal yang diberikan oleh detektor api. Namun bisa juga dirancang dengan penggerak manual oleh petugas.

3.  Sistem semprotan serentak, sistem ini diaplikasikan untuk mengendalikan api yang cepat membesar dengan mengalirkan air dengan jumlah yang banyak sekaligus.

Penataan perpipaan pada isitem ini sama dengan perpipaan kering dan basah, yang membedakan adalah terdapat pada springkler head yang diterapkan adalah jenis standar yang tebuka. Dalam skema ini elemen pengaktifan ditiadakan, katup kendali dalam kondisi normal yaitu dalam keadaan tertutup, jika katup terbuka, maka akan terjadi pancaran air serentak dari kepala alat ini ditempat yang dilindunginya.

4.  sistem pra aksi, yakni sistem dengan sistem pancaran serentak tetapi apabila kepaanya tertutup seperti terpasang pada sistem sringkler basah. Dalam kondisi normal perangkat ini akan selalu tertutup dan akan terbuka jika diaktifkan oleh sistem detector api kebakaran, kemudian air akan masuk kesistem perpipaan, namun air tidak akan keluar dari kepala alat ini karena panas belum mengaktifkan elemen pengaktifnya.dengan terbukanya katup kendali maka sistem pra aksi efektif menjadi sistem basah.


Posting Komentar untuk "Sistem Sprinkler"