Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Mengenal jenis Hydrant! Hydrant kota, halaman (pilar), gedung (box) dan inspeksi hydran

 

Hydrant

Hydrant merupakan penyalur air bertekanan yang didistribusikan oleh struktur intstalasi pipa bertekanan keberbagai lokasi sebagai sarana untuk memadamkan kebakaran bila terjadi.

Hydrant kebakaran harus berwarna mencolok seperti merah atau kuning agar mudah dilihat, alat ini dipakai untuk fasilitas publik ataupun fasilitas umum seperti, rumah sakit, kantor, mall, gedung, sekolah dan lainnya. Untuk mengetahui lebih jauh tentang sistem hydrant ini, simak artikel dibawah ini dengan seksama !

Jenis-jenis hydrant yang biasanya ditemukan :

Alat ini memiliki berbagai jenis tergantung kebutuhan dan tempatnya, berikut contohnya seperti dibawah ini!

kota

Benda ini biasanya dapat ditemukan dipinggir jalan atau trotoar jalan kota yang berwarna merah, ditempatkan diarea yang rawan kebakaran atau memiliki potensi bahaya kebakaran yang besar.

Air dari alat ini disuplai oleh unit PDAM ataupun lingkungan sekitar.


Halaman (pilar) outdoor

Hydrant halaman atau nama lainnya pilar, terletak diluar sebuah konstruksi maupun gedung, alat ini ialah upaya preventif kebakaran yang suplai airinya dan peralatan disediakan oleh pihak pemilik bangunan. Tipe alat ini juga sering dijumpai disepanjang jalan yang bisa diakses oleh mobil pemadam kebakaran karena jenis pilar ini dapat dimanfaatkan untuk mengakomodasi persediaan air kepada unit pemadam kebakaran bilamana kehabisan air.


Gedung (box) indoor

Kemudian yang terakhir yakni upaya preventif kebakaran yang terpasang didalam gedung ataupun konstruksi. Alat ini umumnya ditempatkan menempel didinding serta disambungkan dengan pipa tegak (stand pipe) didalam tanah. Alat ini terdiri atas kotak perangkat yang berisi selang, nozzle, katup serta kopling.



Prinsip kerja dari hydrant :

1. Tempat penyimpanan air

Untuk persediaan air berawal dari sumber statis seperti bendungan atau tangki. Pengisian air juga mesti secara otomatis (air tambahan) yang kemungkinan berkurang karena kebocoran, penguapan pengujian periodik dan lainnya.

Kapasitas dan volume pasokan dan penyimpanan air juga mesti diperhitungkan.


2. Pipa dan valve

Digunakan sebagai suplay air ke tujuan valve, dengan menggunakan rangkaian pipa sebagai pendistribusi dengan ukuran yang telah dipastikan, untuk dimensi pipa ditetapkan oleh standard dari Australia AS2419 serta analisa hidrolik.


3. Fire brigade booster

Merupakan serangkaian perangkat yang berguna untuk mempersiapkan lokasi atau titik penyediaan air tambahan apabila berada dalam keadaan emergency


4. Booster pumpset

Booster pumpset terdiri atas kombinasi pengapian listrik atau motor diesel. Perangkat ini diaplikasikan untuk pemenuhan keperluan air ke bangunan, apabila persediaan air tidak mencukupi setelah di analisa secara hidrolik.


Didalam NFPA 14, sudah disebutkan beberapa standar Hydran yang baik, yaitu:


  • Semua peralatan dicat merah
  • Setiap hydran diberi tanda tulisan dengan tinggi 1 inchi (25,4 mm)
  • Melakukan uji operasional dan kelengkapan komponen alat setiap setahun sekali
  • Terdapat petunjuk penggunaan yang terpasang ditempat yang gampang terlihat
  • Terdapat kelengkapan hidran: selang, kopling, nozzle, keran pembuka
  • Nozzle mesti sudah terpasang pada selang kebakaran
  • Kotak hidran gedung mesti gampang dibuka, dilihat, digapai serta tidak terhalang oleh benda lain
  • Tersedia hidran halaman yang gampang dilihat dan digapai
  • Pemasangan hidran maksimal 12 m dari unit yang dilindungi

Langkah-langkah standar inspeksi Hydrant menurut NFPA 25 sebagai berikut :

  1. Melakukan pengorganisasian bersama tim K3 ataupun operator gedung ketika ingin menjalankan fire hidrant.
  2. Memeriksa keadaan lingkungan sekeliling dimana alat diletakan.
  3. memeriksa semua katup atau valve. Hal yang dilakukan adalah memeriksa seluruh rangkaian serta sistem perpipaan. Membuka setiap valve, lalu amati bagaimana kinerjanya. Bilamana didapat adanya ketidaksesuaian pada kinerja valve, maka pastikan untuk secepatnya mengganti dengan komponen baru. Jangan lupa untuk memeriksa keadaan tutup valve juga lubrikasinya.
  4. Memasang semua hydrant equipment seperti hose dan nozzle, kemudian pastikan kondisinya selalu siap  untuk dioperasikan.
  5. Mengaktifkan pump dan alirkan air secara perlahan sampai pada posisi terbuka penuh.
  6. Memeriksa apakah ada kemungkinan kebocoran pada instalasinya ketika pompa aktif dan air mengalir. Apabila dijumpai adanya kebocoran, perbaiki dengan segera.
  7. Mengecek tingkat kebersihan air yang keluar dari instalasi.
  8. Lakukan flushing dengan tujuan agar mengeluarkan sedimen pada instalasi perangkat. Kemudian, tutup keran air secara perlahan untuk mencegah terjadinya water hammer.
  9. medokumentasikan hasil pemeriksaan tersebut jika proses inspeksi telah selesai dilakukan.

itulah kira-kira pembahasan singkat mengenai fire hydrant, semoga bermanfaat.

Posting Komentar untuk "Mengenal jenis Hydrant! Hydrant kota, halaman (pilar), gedung (box) dan inspeksi hydran"