Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Alat pemadam api ringan (fire extinguisher): cara penggunaan, inspeksi, jenis-jenis serta cara pengisian


alat pemadam api ringan (fire extinguisher)

Alat pemadam api ringan (APAR) ataupun dalam Bahasa inggris Fire extinguisher yaitu perangkat pemadam api yang mampu diangkut, diangkat dan dapat dioperasikan oleh satu orang. perangkat ini sesuai untuk media memadamkan api saat baru menyala atau fase awal, karena mudah dibawa menuju titik mula kebakaran atau api.

perangkat ini mula-mula diciptakan sekitar 291 tahun yang lalu oleh Ambrose Godfrey yang merupakan seorang ahli kimia dari Inggris, perangkat ini pertama kali menggunakan media pemadaman berjenis liquid yang mengandung bubuk peledak yang dihubungkan dengan sistem busi sebagai pemantik sehingga menyebabkan ledakan kemudian menyemburkan cairan.

Pada tahun 1729 perangkat ini pertama kali dipakai pada kejadian kebakaran di London, APAR moderen diciptakan tepatnya tahun 1818, ditemukan oleh seorang kapten Inggris bernama George William Manaby yang berbentuk botol silinder terbuat dari tembaga berisikan 3 gallon campuran potassium karbonat yang ditekan dengan oksigen.

Di Indonesia perangkat pemadam kebakaran sendiri berawal dari Batavia, diabad 20 masyarakat batavia kala itu memadamkan kebakaran hanya menggunakan perangkat yang ada disekitar seperti ember yang berisikan air kemudian dibawa secara estafet atau berurutan dan menggunakan karung goni.

ditahun 1918 daerah kwintang terjadi kasus kebakaran besar, akibat kejadian tersebut para petinggi dari batavia memaksa untuk membentuk dinas kebakaran. Akhirnya di tahun 1919 batavia resmi mempunyai unit pemadaman kebakaran.

Inovasi pengembangan Alat pemadam api ringan (APAR) terus mengalami perkembang seiring berjalannya waktu juga memiliki bermacam-macam beragam media pemadaman sesuai dengan klasifikasi kelas kebakaran yang dibutuhkan.

perangkat pemadam api ini salah satu perangakat krusial dalam mencegah suatu kebakaran terjadi, perangkat ini dirancang untuk memadamkan api sebelum membesar. karena bentuknya kecil dan pengoperasiannya terbilang mudah maka alat ini sangat cocok dijadikan sebagai perangkat pemadam api utama baik diperusahaan besar, menengah, kecil maupun untuk pribadi seperti dirumah ataupun kendaraan.


Bagain-bagian dari Alat pemadam api ringan (APAR)

  1. Pin pengaman/safety, berguna untuk menahan supaya katup tidak terbuka.
  2. Handle/pegangan, fungsinya sebagai pegangan untuk mengangkat tabungnya dan melakukan pemadaman
  3. Pressure Gauge (petunjuk tekanan), berguna untuk mengetahui isi atau tekanan didalam tabung (khusus untuk tabung bertekanan)
  4. Bagian tabung/badan, bagian ini terbuat dari berbagai macam bahan sesuai pabrik produksinya, antara lain, metal, komosit.
  5. Label yang berisi antara lain, tipe (air, karbondioksida, tepung kimia kering), pengelompokan jenis kebakaran, Rating serta petunjuk penggunaan.
  6. Selang (hose), berguna sebagai penyalur material pemadaman yang berada didalam tabung.
  7. Nozzle, merupakan ujung selang yang berguna sebagai menyemprotkan media pemadam api.


Jenis-jenis APAR

1. Alat pemadam air bertekanan

alat pemadam api ringan jenis water (air)


perangkat pemadaman api ringan ini berisi cairan bertekanan berkapasitas sekitar 9,5 liter serta hanya efektif untuk jenis pemadaman kebakaran kelas A, dengan tekanan 100 Psi massa dari perangkat pemadaman tipe ini kira-kira 35 lb, mempunyai daya semprot 9-10 meter serta waktu pemakaian sekitar 1 menit.

perangkat tipe ini efisien buat kelompok kebakaran /api kelas A (papan, koran, perca, plastic dsb). Air merupakan media pemadaman kebakaran yang sudah ada dari dahulu dan paling lazim bagi masyarakat sekaligus paling efisien nan murah.

2. Alat pemadam api CO2(karbondioksida)

alat pemadam api ringan jenis CO2 (karbondioksida)


Tipe perangkat pemadaman ini bermuatan liquid CO2 (karbondioksida) berguna menjadi pengikat udara lalu mengisolasinya. teknik yang digunakan dari CO2 untuk memadamkan api dengan pendinginan titik api.

perangkat tipe ini mepunyai dua tipe, pertama dijinjing mempunyai massa 1,2-9,1 kg, kedua beroda mempunyai massa kisaran 23-72 kg. lama penyemprotan perangkat yang efektif digunakan kisaran 8-30 detik dengan kemampuan semprotan satu sampai empat M.

APAR tipe ini sesuai untuk instrumen berlistrik (kebakaran kelas C) (kebakaran kelas B) dan (kebakaran kelas D). APAR jenis ini efektif untuk di operasikan ditempat yang memiliki instalasi listrik contohnya ruangan kantor, ruang komputer dan lainnya.

3. Alat pemadam api bubuk kimia kering (Dry Chemical Powder)

alat pemadam api ringan jenis dry chemical (bubuk kimia kering)


jenis pemadam api ini memakai media pemadaman berbentuk bahan tepung kimia kering yang dibuat dari campuran posfat monoammonium serta amonium sulfat

Metode pemadaman api dalam pemadaman ini yaitu penyelimutan, dengan pemisahan atau pemutusan oksigen dari api sehingga kompisisi triangle of fire terganggu dan api bisa dipadamkan serta mencegah menyala kembali.

perangkat pemadam api ini mepunyai 2 tipe yaitu tipe tabung bertekanan dan tipe cartridge. Materi yang dipakai untuk tipe tabung bertekanan ini adalah udara kering atau nitrogen serta media pemadamannya dijadikan satu yang berada didalam tabung.

Sementara untuk tipe cartridge, media pemadam dan gas bertekanan ditempatkan di tempat yang berbeda, untuk jenis ini media pemadaman ada yang berada didalam tabung serta ada yang diluar tabung.

jenis perangkat ini efektif untuk memadamkan kebakaran kelas A (Kayu, Kertas, Kain, Karet, Plastik dll), Kelas B (Bensin, gas, oil, Cat, Solvent, Metanol dll.) dan kelas C (computer, listrik, genset, gardu lisrtik dll). APAR tipe ini sangat serbaguna karna dapat digunakan diberbagai kelas api / kebakaran. A,B, c dan D

4. Alat pemadam api busa

alat pemadam api ringan jenis foam (busa)


Alat pemadam api jenis AFFF (aqueous film forming foam) berisi media yang terbuat dari gabungan bahan kimia berupa aqueous film forming dengan air yang kemudian membentuk busa, busa itu akan keluar secara stabil dari tabung melalui selang dengan dorongan dari karbondioksida

Prinsip kerja dari tipe ini yakni menyelimuti bahan yang terbakar sehingga menyebabkan oksigen terputus yang berdampak api akan padam serta mencegah api menyala kembali setelah dilakukan tindakan pemadaman api.

tipe pemadam inilah yang dioperasikan pada area dimana jenis pemadam air kurang efektif. Seperti pada area yang terdapat minyak yang tidak bisa bercampur dengan air, contohnya pada area kilang minyak juga efektif buat kebakaran kelas A dan B.



Persyaratan Pemasangan  Alat Pemadam Api Ringan, sebagai berikut :

Dalam pemasangan alat ini telah diatur oleh negara dalam PERMENAKERTRANS 04/MEN/1980. mengatur tentang Syarat-syarat Pemasangan dan Pemeliharaan Alat Pemadam Api Ringan, yaitu:

  • Dengan mudah dilihat dengan jelas, mudah digapai dan diambil serta dilengkapi dengan tanda pemasangan.
  • Jarak penempatan 125 cm dari dasar lantai.
  • Jarak maksimal antar APAR yakni 15 meter.
  • Tabung lebih baik berwarna merah.
  • Tabung tidak berlubang atau cacat karat.
  • Diletakan menggantung dengan kuat atau ditempatkan pada peti yang tidak terkunci.
  • Penempatan APAR maksimal terletak pada ketinggian 1,2 m.
  • kecuali carbondioksida dan tepung kimia kering dapat lebih rendah minimal 15 cm dari permukaan lantai

alat pemadam api ringan perlu dicek/periksa kualitasnya setidaknya 2 kali dalam setahun. inspeksi ini dilaksanakan dalam kurun waktu 6 sampai 12 bulan. Dengan kata lain, inspeksi/pemeriksaan mesti dilaksanakan setiap 6 bulan sekali. Tujuan dari adanya inspeksi ini agar alat ini agar dalam kondisi baik dan selalu siap digunakan kapanpun ketika kebakaran terjadi.


Teknik penggunaaan alat pemadam api ringan

perangkat ini bertujuan agar dapat dioperasikan oleh setiap orang apabila melihat kebakaran, oleh sebab itu perangkat pemadam ini dirancang mudah operasikan oleh setiap orang. Untuk cara pengoperasinnya biasnya terdapat pada bagian badan tabung.

Secara mudah pengoperasiannya menggunakan Teknik P.A.S.S

1. Pull the pin (cabut pin pengaman)

Langkah pertama yaitu melepaskan pin pengaman yang letaknya dibagain atas, Pin ini berbentuk kawat atau besi kecil yang diberi rantai

2. Aim (arahkan ke api)

Nozzle diarahkan ke panggkal api, perhatikan juga arah angin, sebaiknnya saat memadamkan api tidak melawan angin agar tidak terkena semburan api dan pemadaman lebih efektif.

3. Squezze the handle (menekan katup)

Menekan katup, dengan menekan maka itu akan membuka saluran media pemadam, sehingga bahan keluar dari ujung penyemprot selang

4. Sweep (sapukan kekanan dan kekiri)

Selanjutnya selang penyalur (hose) digerakan kekanan dan kekiri ataupun mengikuti arah api sampai apinya berhasil dipadamkan. Pemadaman sebaiknya dilakukan dipangkal serta mengikuti kobaran api.


Cara pengisian APAR

Langkah pertama untuk mengisi alat pemadam api ringan ini dengan membersihkan tabung silinder, jangan sampai ada sisa bahan yang tertinggal, setelah pembersihan selesai kemudian cek komponen seal handle, kemudian isi tabung silinder dengan bahan yang baru yang sesuai dengan jenis media pemadam sebelumnnya, tahap terakhir pastikan media pemadam terisi sesuai kapasitas dari tabung, jangan lebih dan jangan kurang.

Pelatihan penggunaan APAR harus dilakukan minimal sekali bagi para pekerja atau petugas yang terlibat dalam peran kebakaran.

Itulah artikel kali ini yang membahas mengenai alat pemadam api ringan (APAR), semoga bermanfaat bagi kita semua.


Posting Komentar untuk "Alat pemadam api ringan (fire extinguisher): cara penggunaan, inspeksi, jenis-jenis serta cara pengisian"